Akhirnya muncul kembali, anak bangsa kreatif yang membuat film animasi. Sebuah karya yang istimewa berjudul “BATTLE OF SURABAYA” dengan tagline: There is no glory in war!
Visi STMIK AMIKOM Yogyakarta adalah menjadi sekolah tinggi kelas dunia yang unggul dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis entrepreneurship (private entrepreneur university).
Ultimate Guitar Tabs and Chords, sebuah aplikasi android yang memungkinkan anda untuk melihat tablature gitar, bass ataupun drum dan juga chord dari sebuah lagu. Ultimate Guitar Tabs and Chords adalah satu-satunya aplikasi mobile memberikan Anda akses UNLIMITED ke database terbesar di dunia Tab dari Ultimate - Guitar.com.
Ide utama Project Ara adalah membantu konsumen yang gemar "ngoprek" untuk mengutak-atik ponsel mereka tak sekadar dengan mengganti ringtone, wallpaper, warna bodi atau custom ROM, tetapi juga bentuk dan fungsinya.
Aplikasi portabel bertujuan memudahkan digunakan di sembarang komputer tanpa perlu melakukan instalasi didalamnya. Jadi cukup dengan menyertakannya pada media flashdisk, kamu bisa menjalankan suatu aplikasi portabel secara langsung pada komputer yang berbeda.
Techno Imagz - Banyak sekali pembaca yang antusias mengikuti perkembangan Project Ara. Untuk Anda yang belum tahu, Project Ara adalah sebutan untuk proyek pembuatan telepon seluler pintar modular atau ponsel rakitan yang pertama kali dicetuskan Motorola beberapa waktu lalu. Ketika Google menjual Motorola ke Lenovo, banyak yang bertanya, bagaimana nasib Project Ara?
Jawabannya kita tahu, Project Ara tetap dilanjutkan karena divisi yang bertanggung jawab atas proyek itu, Advanced Technology and Projects (ATAP) tetap dipertahankan Google. Proyek ini terbilang ambisius karena belum ada sejarahnya produsen membuat ponsel rakitan layaknya PC.
Dipimpin oleh Regina Dugan, mantan Direktur Defense Advanced Projects Agency (DARPA) Departemen Pertahanan AS, ATAP kini berada langsung di bawah kendali Google. Purwarupa ponsel pertama dari Ara diharapkan sudah akan tersedia beberapa minggu lagi dan peluncurannya secara komersial pada awal tahun depan.
Ide utama Project Ara adalah membantu konsumen yang gemar "ngoprek" untuk mengutak-atik ponsel mereka tak sekadar dengan mengganti ringtone, wallpaper, warna bodi atau custom ROM, tetapi juga bentuk dan fungsinya. Di sisi lain, sama seperti OS Android saat ini, yang terlibat dalam pengembangan peranti keras ponsel tak cuma perusahaan raksasa, tetapi ratusan bahkan ribuan perusahaan kecil lainnya. Karenanya, proyek ini akan bersifat terbuka, yang artinya setiap produsen boleh memproduksi peranti keras khusus buat produk Ara. Hal itu mirip dengan Android, kan? semua pengembang mulai dari studio raksasa sampai anak SMA bisa bikin aplikasi untuk Android.
“Pertanyaannya pada dasarnya, bisakah kita membuat apa yang telah kita lakukan di Android danplatform lain di sisi peranti lunak diterapkan di peranti keras?” kata Paul Eremenko, pemimpin Project Ara kepada Majalah Time beberapa waktu lalu. Time seca khusus mengulas proyek ini lebih dalam.
Dengan Ara, Google berharap bisa mengajak ratusan bahkan ribuan produsen peranti keras terlibat membuat ponsel, seperti ribuan pengembang yang ikut mengembangkan aplikasi untuk Android.
Nah, banyak CHIPers yang bertanya, apakah harga US$50 yang ditawarkan Google untuk ponsel pintar Project Ara sudah termasuk paket lengkap atau kerangkanya saja?
Agar lebih jelas, harga itu hanya berlaku untuk kerangka saja. Kerangka tersebut hanya dilengkapi Wi-Fi dan tak ada koneksi seluler. Pengguna kemudian bisa membangun ponsel seperti yang mereka sukai dengan bermacam-macam modul, misalnya menambahkan kamera, prosesor kelas rendah sampai kelas tertinggi, speaker, koneksi 3G, LTE, dan banyak lagi.
“Kami tak ingin sekadar membuat sesuatu yang bisa dipersonalisasi, dan bukan hanya sesuatu yang unik, tetapi sebenarnya sesuatu yang ekspresif, sehingga orang bisa menggunakannya sebagai kanvas untuk menuliskan cerita,” kata Eremenko. “Sehingga Anda bisa meletakkan ponsel Anda di meja makan malam, dan ia menjadi bahwan pembicaraan selama lima belas menit pertama acara makan malam itu.”
Bagaimana dengan ukuran kerangka itu?
Akan ada tiga ukuran kerangka yang berbeda: mini, medium dan jumbo. Ia terbuat dari aluminium, dan memiliki sirkuit jaringan, dan baterai cadangan. Tiap kerangka akan memiliki modul konektor, misalnya, ukuran medium punya 10 konektor.
Modul yang bisa dibuka-tutup ini bisa dilepas tanpa harus mematikan telepon. Ukurannya juga tergolong tipis, hanya 4mm, sehingga ponsel yang sudah terakit utuh hanya berukuran sekitar 9,7mm. Sebagai gambaran, iPhone 5S memiliki ketebalan 7,6mm dan Samsung Galaxy S5 8,1mm. Cukup tipis bukan?
“Tantangan terbesar dari proyek ini adalah bahwa telepon seluler adalah salah satu benda yang dibuat paling terintegrasi saat ini, dan kami ingin memisahkannya menjadi potongan-potongan modular,” kata Ara Knaian, Lead Mechanical Engineering Project Ara.
Untuk menyukseskan Project Ara, Google telah menggandeng NK Labs untuk merancang listrik, mekanik, dan rekayasa peranti lunak dan sistem 3D untuk membuat printer 3D berkecepatan tinggi bisa memproduksi kerangka Ara. Jadi, kerangka produk ini akan dicetak langsung dari printer 3D.
Untuk menahan masing-masing modul, misalnya, ketika ponsel terjatuh, kerangka Ara akan dilengkapi perekat dan magnet agar tak ada komponen yang longgar.
Bagaimana perkembangan Ara sejauh ini?
Google, Rabu (26/2) mengumumkan, mereka akan menggelar pertemuan dengan developer Ara pada 15 dan 16 April mendatang dalam acara “Ara Developer’s Conference.” Konferensi tersebut akan tersedia juga secara online disiarkan langsung dari Computer History Museum, California.
Apakah Project Ara akan diluncurkan secara global?
Masih terlalu dini untuk menanyakan hal tersebut. Pasalnya, di Amerika Serikat saja, regulator perangkat telekomunikasi (FCC) belum mengeluarkan sikap karena memang produk ini belum jadi. Tetapi, menurut Eremenko, FCC sejauh ini sangat mendukung proyek tersbeut karena mereka menganggapnya baik untuk industri Amerika. Jika ada ribuan produsen peranti keras yang terlibat memproduksi modular Ara, mungkinkah, menurut Anda, ponsel ini hanya akan tersedia di Amerika Serikat dan atau Eropa saja?
Life For Techno - Proyek smartphone modular teranyar Google, Project Ara, mungkin akan muncul di pasaran tahun depan dengan harga sekitar US$50. Perusahaan yang berada di balik pengembangannya, Advanced Technology and Projects Group melaporkan bahwa pembuatansmartphone yang bagian dalamnya dapat dibongkar dan di-upgrade ini akan rampung dalam waktu beberapa minggu.
Setelah menyelesaikan rancangan awalnya, mereka akan memulai persiapan untuk mengubahnya menjadi versi yang sesuai untuk dijual. Sementara beberapa smartphone lainnya menawarkan spesifikasi dan desain yang tidak dapat diubah, ATAP menawarkan smartphone dengan harga semurah mungkin.
ATAP tidak menyatakan di wilayah mana smartphone modular ini akan dijual, tetapi saat ini mereka tengah fokus dalam membuat Project Ara sangat fleksibel dalam urusan ekspansi setiap peranti keras yang terpasang. Project Ara akan menggunakan tiga jenis ukuran: mini, medium, dan jumbo. Pembagian tersebut bisa dibayangkan seperti saat memilih smartphone berukuran di bawah 4 inci hingga phablet.
Konsumen mungkin tidak perlu memikirkan ukurannya karena ATAP tidak akan merancangnya dengan ketebalan lebih dari 10mm. Untuk masalah ketahanan, Ara mempunyai mekanisme pengunci khusus yang dapat dibuka melalui aplikasi khusus. Tentunya kita berharap bahwa pengunci itu cukup kuat saat smartphone modular ini terjatuh.
Life For Techno - Banyak sekali tokoh-tokoh penting dunia yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi atau pemikiran mereka. Kali ini adalah giliran Dalai Lama. Dalai Lama dikabarkan telah memiliki akun Instagram. Sebenarnya, akun Instagram tersebut telah aktif sejak 1 Februari. Sejauh ini, dia telah menggunggah 16 foto, termasuk foto saat bertemu dengan Larry King dan Barrack Obama.
Sementara itu, di media sosial lainnya seperti Twitter, Dalai Lama telah memiliki pengikut lebih dari 8,5 juta. Seperti pemuka agama lainnya, dia sangat mendukung penggunaan media sosial dalam beberapa tahun terakhir, walaupun mengakui terdapat beberapa resiko dalam menggunakan sosial media, seperti Facebook dan Twitter.
“Hal itu bergantung pada bagaimana Anda menggunakannya.” Kata Dalai Lama ditanyai soal sosial media. “Jika orang itu memiliki kekuatan jiwa dan kepercayaan diri, maka tidak ada masalah. Namun, jika jiwa dan pikiran seseorang sangat lemah, maka yang muncul adalah kebingungan. Anda tidak bisa menyalahkan teknologi. Ini bergantung pada si pengguna teknologi.”
Life For Techno - AMD salah satu produsen prosesor untuk PC telah mengumumkan ketersediaan BlueStacks, versi retail terbaru yang mendukung Dual OS Android pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2014. Aplikasi ini didesain untuk dijalankan secara optimal menggunakan AMD APU dan diperkirakan mulai tersedia pada kuartal kedua 2014.
Kolaborasi AMD bersama BlueStacks menghadirkan pengalaman sistem operasi Android pada perangkat tablet AMD berbasis Microsoft Windows, perangkat 2-in-1, notebook, dan desktop PC di sejumlah toko tertentu. Solusi menjalankan aplikasi Android secara virtual ini, yang telah diumumkan sebelumnya di ajang CES, memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi Windows dan Android secara bersamaan di beberapa sistem PC berbasis AMD.
Steve Belt, Corporate Vice President, Product Management, AMD mengatakan bahwa kemampuan untuk menjalankan dua ekosistem sekaligus membuat pengguna PC untuk menjalankan aplikasi Android dan Windows, dengan poin utama yaitu integrasi antara produktivitas dan entertainment melalui dua ekosistem sistem operasi tersebut
“Kami memperkenalkan solusi retail dengan memposisikan AMD dan BlueStacks secara unik dengan menawarkan pengalaman menggunakan PC terbaik bagi pelanggan yang ingin membeli sistem PC baru," ujar Steve.
Tidak hanya itu, solusi ini juga memudahkan pengguna untuk mendapatkan penawaran upgrade AMD-BlueStacks ketika membeli perangkat PC berbasis AMD di sejumlah toko tertentu. Selain itu, integrasi optimal yang ditawarkan BlueStacks secara efektif berfungsi menjembatani perbedaan antara perangkat mobile dan PC, tanpa memerlukan driver tambahan khusus.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rosen Sharma, CEO, BlueStacks. Rosen mengatakan, PC yang mendukung Android akan menjadi tren di masa depan. Dengan teknologi BlueStacks, pengguna PC dapat mengubah PC berbasis AMD menjadi perangkat Android dan menikmati konten mobile, game, dan aplikasi pada PC dan mensinkronisasi dengan smartphone
“Ketersediaan BlueStacks versi retail membawa solusi yang kami tawarkan ke public, dan AMD membantu menyalurkan entusiasme kami dalam memberikan peluang bagi pengguna PC untuk menikmati ekosistem Android, baikk produktivitas dan juga game pada perangkat berbasis Windows,” tambah Rosen.
Dengan diumumkannya kolaborasi AMD-BlueStacks, pengguna PC tidak perlu keluar dari salah satu sistem operasi sebelum menggunakan sistem operasi lainnya. BlueStacks dapat menjalankan aplikasi Android secara virtual pada OS Windows. Kustomisasi dan personalisasi juga dapat diakses dari Windows.
Tidak hanya itu, BlueStacks juga mendukung sinkronisasi dari dua sistem operasi melalui servis BlueStack’s FoneLink untuk menjadikan PC AMD berbasis Windows menjadi perangkat tambahan dari perangkat mobile Android dan juga sebaliknya.
Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh BlueStacks versi retail, antara lain:
• User interface Android yang familiar, termasuk konfigurasi dan kustomisasi;
• Kemampuan untuk menjalankan aplikasi Android, baik secara window maupun full-screen dengan memanfaatkan grafis AMD;
• Mendukung ratusan ribu aplikasi Android secara langsung dari beragam App store Android dengan kinerja yang tidak kalah baiknya saat dijalankan pada perangkat Android sebenarnya;
• Aplikasi Android yang dijalankan dapat mengakses file sistem Windows secara langsung; dan
• Mendukung beragam sensor, seperti kamera, accelerometer, gyroscope, dan yang lainnya.
Life For Techno - BlackBerry mengumumkan rencana tentang BlackBerry Enterprise Service 12 (BES12) sebagai solusi mobilitas enterprise terbaru dan application enabled yang menyatukan BES10 dan BES5 ke dalam satu platform. Selain itu, program promosi terbaru ini juga memberikan migrasi gratis untuk BES10 dan memungkinkan pengguna membuat manajemen mobilitas enterprise (EMM) di lingkungan mereka menjadi lebih sederhana ke penyedia jaringan (provider) tunggal yang terpercaya.
Strategi BlackBerry enterprise adalah memperluas EMM lebih dari sekedar aplikasi berbasis lingkungan dan ekosistem yang memberikan pengalaman produktivitas tinggi kepada pengguna. Tentunya, hal ini akan memudahkan organisasi atau perusahaan dalam membangun serta menyebarkan layanan baru untuk perangkat mobile menjadi lebih cepat. Tidak hanya itu, BlackBerry juga menargetkan pasar global yang diperkirakan oleh IDC akan mencapai US$4.8 milyar pada 2017.
Adapun beberapa keunggulan utama yang ditawarkan oleh BlackBerry terkait kehadiran BES12 antara lain:
Backwards Compatible dan Future Proof: Perangkat BlackBerry OS akan terus didukung dan platform terbaru akan menjadi basis bagi pelanggan untuk terintegrasi dengan mobile endpoints, peningkatan layanan mandiri (self-service) bagi pengguna, pengelolaan layanan yang canggih (advanced service management), penyebaran datacenter-grade yang sangat scalable, serta implementasi cluster dengan ketersediaan yang aktif, tinggi, dan luar biasa handal.
Enhanced Multi-Platform Support: BlackBerry terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi multi-platform yang segera akan hadir di Windows Phone 8 setelah sebelumnya mendukung platform iOS, Android dan BlackBerry 10.
Advanced Service Management: Pemantauan proaktif dan sistem tala (tuning) memberikan sudut pandang end-to-end yang menyeluruh dari manajemen platform BES dan secara otomatis menyelesaikan masalah.
Connect Cloud dan Mobile: Fleksibilitas dan skalabilitas arsitektur BES12 terbaru akan memberikan pelanggan kemampuan untuk berganti perangkat lunak yang di-instal di perusahaan (on-premise) ke layanan cloud dengan mudah dan aman. Platform terbaru mendukung semua model penyebaran, termasuk yang diinstal di dalam kantor (on-premise), cloud umum maupun lingkungkan hybrid.
Mobilize Apps: BlackBerry memberikan sarana dan titik integrasi yang dengan mudah dapat mengembangkan dan menyebarkan aplikasi enterprise dengan aman ke semua platform yang didukung.
John Sims, Presiden, Global Enterprise Solutions, BlackBerry mengatakan bahwa arsitektur BES12 terbaru dirancang guna memastikan bahwa lebih dari 80.000 pelanggan BES saat ini dapat bermigrasi tanpa gangguan nantinya. Seperti yang di wujudkan dalam visi jangka panjang perusahaan, BlackBerry menawarkan sebuah kesempatan kepada seluruh pelanggan untuk maju bersama.
"Tentunya, investasi yang pelanggan tanamkan bersama BlackBerry untuk menggunakan layanan BES12 merupakan investasi yang berharga di masa depan," ujar John.
Life For Techno - Belum lama setelah peluncuran D4, Nikon kembali menghadirkan perangkat kamera DSLR terbarunya yang merupakan suksesor D4 yang diberi nama Nikon D4s. Perangkat kamera terbaru Nikon ini resmi diperkenalkan pada even yang saat ini tengah berlangsung di Barcelona, Spanyol.
Cukup banyak perubahan yang dilakukan Nikon pada perangkat terbarunya ini, diantaranya dari sisi perekaman video, rentang ISO yang dibenamkan, kemampuan autofokus yang lebih mumpuni serta beragam fitur apik lainnya.
Dari sisi sensor yang dibenamkan, D4S tetap menggunakan tipe yang sama yakni sensor CMOS FX-format 16,2 dengan dimensi 36,0 x 23.9 mm. Kemampuan autofokus yang dimiliki D4S menyematkan sistem autofokus hingga 51 titik plus sistem metering RGB 3D. Sedangkan dibagian tombolnya, tak banyak mengalami perubahan yang berarti, namun Nikon mengklaim bahwa tombol yang dibenamkan pada D4S sedikit dirubah agar lebih mudah digunakan.
Dengan dukungan sensor yang dibenamkan, Nikon D4S memiliki rentang ISO yang lebih tinggi dibanding pendahulunya yakni 409.600, terdapat pula mode Group Autofokus yang mampu mengakomodasi pengguna dalam membidik titik fokus pada objek yang dibidik. Dengan hadirnya fitur ini, sangat memudahkan para pecinta fotografi dalam membidik objek yang bergerak cepat.
Untuk mendapatkan kualitas gambar yang mumpuni, D4S ditenagai oleh image prosesor EXPEED 4 yang menjanjikan kinerja yang lebih cepat hingga 30% dibanding Nikon D4. Selain itu, perangkat ini juga memberikan ukuran RAW size S, dimana ukurannya setengah lebih kecil dibanding ukuran RAW standar.
Beralih kebagian belakang body terdapat panel layar LCD berukuran 3,2 inchi serta electric view finder dengan tingkat kompabilitas yang tinggi dengan menawarkan tampilan yang lebih nyata pada kedua lensa FX ataupun DX. Menariknya, untuk media perekaman video kini, D4S memiliki kemampuan mengatur tingkat kecepatan mulai dari 24fps, 30fps hingga 60fps dengan kualitas full HD, dilansir dari theverge.
Informasi tentang ketersediaan dipasaran dan harga, rencananya Nikon D4S akan mulai tersedia pada awal Maret 2014 mendatang dengan banderol harga $ 6.499.95 USD atau setara dengan Rp75 juta-an (body only).
Life For Techno - Tampilan dua rasa menjadi kesan pertama melihat Samsung Galaxy S4 Zoom. Berada di genggaman dan dilihat dari belakang smartphone ini kental akan aksen kamera, namun dari depan jelas terasa bahwa ini smartphone. Lekukan bodi belakang layaknya grip kamera lengkap dengan tombol shutter, indicator AF-Assist, lekuk bodi belakang, dan sisi menonjol dari lensa yang menghadirkan sensasi kamera compact pada tubuh Galaxy S4 Zoom.
Kehadiran Galaxy S4 Zoom semakin memeriahkan persaingan pasar smartphone yang mengedepankan kualitas kamera sebagai salah satu nilai jualnya. Resolusi besar hingga perbekalan feature canggih selalu menghias katalog promosi smartphone. Namun, kali ini Samsung membuat sebuah terobosan dengan menghadirkan optical zoom sebagai pendongkrak kualitas gambar yang dihasilkan dari kamera smartphone tersebut.
Transformasi di Sektor Kamera
Melihat desainnya, Samsung menanggalkan kesan tipis dan ringan seperti kebanyakan smartphone dan memiliki lekukan tubuh yang agak aneh. Namun, hal tersebut bukan tanpa alasan. Galaxy S4 Zoom dibangun Samsung dengan menitik beratkan pada sistem kameranya, tetapi tidak mengurangi performa utama sebagai smartphone.
Penanaman 10x optical zoom yang setara dengan focal length 24-240 mm pada kamera berformat 35 mm menjadi poin plusnya yang ditambah pilihan aperture di angka f/3.1 (wide) dan f/8.8 (tele). Feature OIS (Optical Image Stabilization) dan Xenon Flash akan sangat membantu dalam membingkai foto maupun perekaman video (untuk OIS). Selain itu, Samsung juga membekalinya dengan CMOS sensor 1/2.3 inci beresolusi 16 Megapixel yang semakin memantabkan Anda membidik momen di balik smartphone.
Walau bertubuh bongsor dan berdesain aneh, namun pengoperasian kamera dan akslerasinya masih nyaman digenggaman. Anda cukup memutar ring lensa ke kanan dan menyentuh menunya atau sentuhkan jari pada pilihan menu kamera di layar, maka dalam hitungan detik feature kamera ataupun video akan aktif. Setelah itu, keleluasaan jari Anda membidik momen juga dihadapkan dalam dua opsi yaitu, menekan tombol shutter fisik maupun shutter virtual yang ada di layar.
Mode pemotretan yang dihadirkan pada Galaxy S4 Zoom ini tentu juga mengejutkan paraenthusiast fotografi. Dari 25 pilihan profesional style, full auto, mode “P,” hingga manual “M” akan memanjakan kreatifitas berfotografi Anda layaknya para profesional. Pilihan angka ISO dari 100 hingga 3200 akan mempermudah pemotretan pada kondisi minim cahaya. Metering, drive mode, hingga white balance (WB) juga dapat diatur sesuai kebutuhan. Sensasi kamera yang melekat pada smartphone sungguh kental terasa.
Di Atas Rata-Rata
Feature kamera yang dihadirkan Samsung pada Galaxy S4 Zoom ini sangat mumpuni dan lebih dari cukup dalam membidik momen sehari-hari, tetapi dalam hal ini CHIP Foto Video tidak membahas itu saja. Dalam pengalaman uji lapangan hasil foto atau gambar menjadi salah satu poinnya.
Sajian gambar yang dihasilkan Galaxy S4 Zoom dalam pengujian redaksi CHIP Foto Video adalah di atas rata-rata kebanyakan kamera smartphone. Warna, ketajaman, detail gambar tersaji dengan baik dalam preview di layar Super AMOLED 4.3 incinya maupun di layar monitor. Hanya saja sedikit noise hadir lebih awal dari bingkai-bingkai foto yang dihasilkan saat dilakukan pembesaran gambar di monitor, tetapi dalam preview normal tidak terlihat berarti dan masih menyajikan kualitas yang baik.
Fungsi pemotretan makronya juga memikat Anda para pehobi fotografi. Hanya dengan memilih mode pemotretan makro pada menu kamera dan secara otomatis memotret benda dari jarak sedekat mungkin dapat dilakukan. Hasil foto makronya juga menghasilkan ruang tajam dan bokeh yang manis jika kita dapat memainkan angle-nya.
Tidak sebatas itu saja, yang gemar merekam klip video juga difasilitasi feature video Full HD 1080P (30 fps). Seusai merekam video Anda juga dapat dengan mudah dan segera mengolah hasilnya menggunakan aplikasi bawaan dari Samsung (video editor). Tidak salah juga ketika Anda membawa Galaxy S4 Zoom ini sebagai teman traveling atau jalan-jalan. Beragam feature seperti Navigation, Maps, S-Translator akan memudahkan Anda menemukan lokasi dalam perjalanan selama ponsel pintar terhubung dengan paket data jaringan Internet atau Wi-Fi.
"Berbekal 10x optical zoom pada feature kameranya, Galaxy S4 Zoom dari Samsung ini akan memberikan sensasi pemotretan yang lebih baik dan nyata bagi Anda. Dengan mengesampingkan bodi ramping, Samsung mendesain ponsel pintar tersebut dengan lekuk layaknya kamera compact. Momen-momen perjalanan Anda tentu tidak akan terlewatkan dari bidikan kamera jika Galaxy S4 Zoom melekat di genggaman. " - Taufan Yusuf
Kekurangan: - Bodi besar dengan lensa yang menonjol, noise pada gambar terlihat sejak awal
Highlights: Perkembangan dunia digital terus melesat dan seolah membuat hal yang dahulu hanya khayalan kini menjadi kenyataan. Seperti halnya khayalan optical zoom di kamera smartphone yang menjadi kolaborasi magis dan nyata Samsung Galaxy S4 Zoom.
Life For Techno - Produk headset gaming seri G dari Logitech selain G230 adalah G430. Hadir dengan dominasi warna hitam dan biru, G430 terlihat mirip dengan G230. Satu hal yang membedakan hanyalah pemilihan warna ear-pad, busa di headband, dan kabel. Dengan desain yang tidak berbeda, G430 terasa mirip dengan G230.
Kenyamanan yang diberikan tergolong baik. Desain circumaural-nya membuat daun telinga tidak tertekan. Tentunya hal ini membuat Anda dapat bermain game dalam waktu yang lama dengan nyaman. Ear-pad berwarna biru yang digunakan juga dapat dicopot seperti G230. Dengan begitu, kebersihan ear-pad G430 ini dapat selalu terjaga.
Untuk menguji kualitas suara yang dihasilkannya, CHIP mencobanya dengan game Team Fortress 2 dan film Pacific Rim. Dengan Logitech Gaming Software, Anda dapat menghidupkan feature virtual surround 7.1 yang dimiliki headset ini. CHIP merasakan perbedaan nuansa yang signifikan ketika mengaktifkan feature ini. Di game Team Fortress 2, suara-suara yang dihasilkan dari game tersebut terasa begitu dekat dengan posisi pemain. Selain itu, tata suara film Pacific Rim terdengar begitu wah.
Dengan USB adapter ini, G430 mampu menampilkan suara virtual 7.1 dan posisi sumber suara dengan baik.
Untuk mengetahui bagaimana suaranya, coba Anda bayangkan duduk di bagian tengah bioskop. Kira-kira, seperti itulah suara yang CHIP dapat ketika mengaktifkan feature surround tersebut. Dalam pengujian musik, karakternya tergolong open dengan karakter bas yang sedikit mendominasi. Kadar bas yang dimiliki tidak terlampau berlebihan, namun cukup untuk menggetarkan kepala ketika digunakan pada volume tinggi.
Dari segi vokal, headset ini mampu menyajikan vokal dengan cukup baik, namun separasi yang dihasilkan terasa sedikit kurang optimal. Treble yang dimiliki tergolong cukup dan tidak menyakiti telinga. Hal ini tentu menjadi sebuah nilai tambah tersendiri untuk gamer yang se-nang mendengarkan musik. Dari karakteristik di atas, CHIP menyimpulkan G430 hanya memiliki perbedaan dengan G230 di USB adapter saja.
DATA TEKNIS
FREQUENCY RESPONSE:20 - 20.000 Hz
IMPEDANCE:32
PANJANG KABEL:240 cm
SENSITIVITAS:90 dB
BOBOT:295 gram
Harga: Rp900.000
Kelebihan: - Ear-pad dapat dilepas dan dicuci - Nyaman digunakan untuk waktu yang lama
Kekurangan: - Headband kurang kencang sehingga terasa longgar
Highlights: Feature surround yang dimiliki G430, membuatnya terlihat berbeda kelas dengan adiknya, G230, yang pernah CHIP review sebelumnya.
Life For Techno - Ukuran yang kecil dan ramping menjadikan Canon ImageFORMULA P-208 sebagai salah satu scanner yang mudah untuk dibawa ke manapun. Dimensinya yang hanya 312,5 x 76,5 x 50 mm, tidak lebih besar dari sebuah keyboard. Bahkan, produk ini memberikan kesan pertama yang mirip dengan sebuah laptop speaker. Bobot scanner ini hanya berkisar 600 gram, sehingga tidak akan merepotkan ketika dibawa ke dalam ruangan rapat.
Proses instalasi Canon ImageFORMULA P-208 sangat mudah dan tidak merepotkan. Anda hanya membutuhkan CD driver yang telah disediakan dalam paket penjualannya dan melakukan instalasi software CaptureOnTouch dari Canon.
Canon ImageFORMULA P-208 tidak dilengkapi dengan tombol power pada permukaannya. Dengan membuka paper slot, scanner akan menyala secara otomatis. Begitu juga saat akan mematikannya, Anda hanya tinggal menutup paper slot-nya saja. Canon ImageFORMULA P-208 juga tidak menyediakan AC power adapter dan hanya menyediakan kabel USB 2.0. Scanner ini hanya membutuhkan daya sebesar 500 mA yang cukup disuplai melalui USB 2.0 pada komputer.
Canon ImageFORMULA P-208 tidak dapat melakukan scan pada dokumen berbentuk buku atau yang sejenis. Scanner ini hanya dapat melakukan scanning dokumen berbentuk kertas. Feature continues scan dari Canon ImageFORMULA P-208 dapat melakukan scan hingga 10 lembar kertas sekaligus. Hal yang menarik adalah Canon ImageFORMULA P-208 dapat melakukan scan sisi depan dan belakang secara bersamaan atau duplex scanning. Hasil scan dua sisi kertas akan langsung terpampang sekaligus.
Feature Intelligent Scan dari Canon tidak akan menunjukkan hasil apabila kertas tersebut polos ataupun kosong. Selain itu, Canon ImageFORMULA P-208 dapat dikombinasikan dengan Canon WiFi Unit, seperti Canon WU10 untuk melakukan scan melalui koneksi wireless (nirkabel). Untuk Anda pengguna iOS, software CaptureOnTouch dari Canon juga tersedia di App Store.
DATA TEKNIS
SENSOR:CMOS CIS 2 Line Sensor
OPTICAL RESOLUTION:600 DPI
MAXIMUM PRINT:10
DIMENSI:312,5 x 76,5 x 40 mm
BOBOT:600 gram
Harga: US$350
Kelebihan: - Dimensi ramping mudah dibawa bepergian - Mampu melakukan scan dua sisi bersamaan - Instalasi dan penggunaan yang tergolong mudah
Highlights: Aktivitas kerja dapat dilakukan kapan pun dimana pun. Bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, kebutuhan untuk melakukan scan dapat terpenuhi dengan scanner portabel seperti Canon ImageFORMULA P-208. Dimensi dan bobotnya ringkas dan ringan. Dukungan feature duplex scan juga menjadi keunggulannya.
Life For Techno - CO:CAINE merupakan produsen asal Jerman yang khusus membuat headset dan casing iPhone. Perusahaan ini terus melahirkan inovasi terhadap produk headset-nya. Target produknya kali ini bukan ditujukan untuk kaum Adam. Sound Clash Girl Getter dirancang khusus untuk wanita. Dengan warna yang cerah dipadukan dengan motif menyerupai kupu-kupu, headset ini menunjukkan sisi feminimnya.
Saat mencoba produk ini, telinga CHIP tidak tertutup rapat karena headset ini memang dirancang untuk wanita. Kedua bagian telinganya dapat diputar 90 derajat ke belakang dan secara otomatis akan kembali ke sisi semula karena pada bagian dalam pangkalnya terpasang pegas. Bagian ini juga dapat dibuat menghadap ke dalam sehingga ukuran headset secara keseluruhan menjadi lebih kecil, membuatnya mudah dibawa berpergian.
CHIP akui suara yang dihasilkan tidak berbeda dengan headphone merek ternama lainnya.Headset ini mampu menghasilkan suara dengan detail yang cukup baik. Terdapat satu kekurangan yang menurut CHIP cukup penting, yaitu ketiadaan pengatur suara.
DATA TEKNIS
FREQUENCY RESPONSE:20 - 20.000 Hz
IMPEDANCE:32 Ω
PANJANG KABEL:150 cm
SENSITIVITAS:N/A
BOBOT:286 gram
Harga: Rp294.000
Kelebihan: - Kualitas suara yang mumpuni - Bahan material yang kokoh
Kekurangan: - Tidak ada pengatur suara
Highlights: Dengan warna yang cerah dipadukan dengan motif menyerupai kupu-kupu, sound Clash Girl Getter dirancang khusus untuk wanita.
Life For Techno- Tidak banyak produk audio yang mampu mengakomodasi beragam genre musik hanya dalam satu model. Biasanya, produsen audio membuat suatu produk yang spesifik untuk jenis musik atau kebutuhan tertentu. Namun Panasonic berhasil membuat sebuah headphone yang sangat ramah dengan seluruh genre musik. Produk itu adalah Panasonic RP-HX550.
Dengan desain yang cenderung bulky, headphone ini ingin menunjukkan kualitasnya sebagai produk kelas premium. Material head-pad menggunakan plastik yang kokoh, sedangkan earcup-nya menggunakan busa yang dilapisi dengan kulit. Panasonic menggunakan kabel single cord pipih sebagai konektor audionya yang terhubung dengan earcup sebelah kiri.
Seperti headphone lainnya, bagian earcup Panasonic RP-HX550 memiliki beberapa level adjustment yang berfungsi untuk memberikan posisi yang paling pas di telinga penggunanya. Alhasil, cengkeraman headphone ini terasa cukup kuat ketika dipakai. Akibat cengkeramannya ini, CHIP merasa sedikit kurang nyaman ketika menggunakan headphone ini dalam waktu yang cukup lama karena earcup menekan telinga dengan erat. CHIP menguji kemampuan headphone yang pada kemasannya menjanjikan "Premium Dunamic Sound" ini dengan berbagai genre musik, baik versi studio maupun versi konser (live). Hasilnya sungguh di luar dugaan. Panasonic RP-HX550 sanggup mereproduksi berbagai genre musik dengan kualitas yang sama baiknya. Alunan musik pop, jazz, rock, dance, hingga akustik mampu disajikan dengan apik.
Suara bass terasa sangat dalam namun tidak boomy. Ini merupakan bukti keberhasilan pengaplikasian rentang frekuensi rendah (8 Hz). Namun, hal itu justru menjadikan beberapa genre musik yang dominan di frekuensi tengah, seperti rock, terasa lembut. Apalagi suara treble-nya juga tergolong lembut. Meski begitu, headphone ini mampu menyajikan vokal yang luar biasa ketika digunakan untuk mendengarkan musik live.
Earcup Panasonic Rp-HX550 bisa dilipat hingga 90 derajat untuk memudahkan penyimpanan.
DATA TEKNIS
Drive units:40 mm with Neodymium magnet
Frequency response:8 Hz - 26 kHz
Impedance:32 ohm
Sensitivity:99 dB/mW
Power handling cap.:1.000 mW
Cord length:1,2 m
Weight:260 gram
Harga: N/A
Kelebihan: - Jangkauan frekuensi rendah hingga 8 Hz - Suara vokal yang lantang saat digunakan untuk mendengarkan musik live
Kekurangan: - Head-pad terasa agak mencengkeram
Highlights: Headphone ini sangat bersahabat dengan berbagai genre musik. Tidak ada satu genre musik pun yang menonjol saat didengarkan dengan headphone ini. Detail suara yang dihasilkan juga cukup baik.
Life For techno - Silicon Power terus mengeluarkan produknya yang ditujukan untuk kalangan pekerja dengan tingkat mobilitas tinggi. D05 merupakan produk yang termasuk dalam varian Diamond Series.
Hard disk portabel ini memiliki cache 8 MB dengan kecepatan 5400 RPM. Dimensinya yang mungil, yaitu 124,8 x 75,8 x 13,6 mm membuatnya dapat disimpan di dalam saku celana. Diamond D05 memiliki desain yang kaku seperti sebuah kotak yang dapat dibelah dua pada bagian tengahnya. Sisi atas penutupnya menggunakan bahan logam yang tahan terhadap goresan. Jika diarahkan ke cahaya, bagian ini akan terlihat berkilau seperti dilapisi permata.
Ketika CHIP menguji produk ini dengan ATTO, produk ini menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 50,84 MB/s ketika menulis dan 49,01 MB/s saat membaca. Untuk PC Mark 7, skor yang dihasilkan adalah 1451. Hard disk eksternal ini membutuhkan waktu selama 26 detik untuk memindahkan file sebesar 1 GB dari PC, sedangkan sebaliknya hanya memerlukan waktu sebesar 11 detik.
DATA TEKNIS
Kapasitas:1 TB
Interface:USB 3.0
HDD form factor:2,5 inci
HDD rotational speed:5400 RPM
HDD cache:8 MB
Bobot:165 gram
SPECIAL FEATURE:SP Widget Software, Scratch Resistant, USB 2.0 Backward Compatibilit
Harga: Rp1.140.000
Kelebihan: - Kapasitas penyimpanan yang dimiliki besar - Aplikasi SP Widget memiliki fungsi yang beragam
Kekurangan: - Finishing metal hanya terdapat pada bagian atas
Highlights: Hard disk portabel ini memiliki cache 8 MB dengan kecepatan 5400 RPM. Dimensinya yang mungil, yaitu 124,8 x 75,8 x 13,6 mm membuatnya dapat disimpan di dalam saku celana.
Life For Techno - Fenomena perangkat berlayar sentuh kini semakin menjadi-jadi. Populasinya terus meningkat setiap harinya. Kenyataan inilah yang membuat LG merespon dengan meluncurkan LG 23ET83. Jika diperhatikan, bentuknya memang terlihat cantik. Namun, tidak ada perubahan berarti dibanding produk monitor lainnya yang ada di pasaran saat ini.
LG 23ET83 merupakan monitor yang sudah memanfaatkan teknologi layar sentuh (10 point touch). Panelnya menggunakan jenis IPS dengan dynamic contrast 10.000.000:1. Dengan begitu, monitor ini akan sangat optimal ketika dipasangkan dengan perangkat PC berbasis Windows 8. Tak hanya itu, bagi Anda pengguna smartphone Android, Anda pun bisa menggunakannya sebagai layar smartphone melalui koneksi HDMI. Tentu saja smartphone yang digunakan harus memiliki port micro HDMI dan mendukung USB to go. Selain smartphone, perangkat berbasis Android lainnya, seperti TV Box juga menjadi lebih optimal bila disandingkan dengan monitor ini asal memiliki port USB.
Koneksi USB dibutuhkan untuk mengaktifkan feature touchscreen pada LG 23ET83. Jika Anda hanya menghubungkan kabel display saja, sistem sentuhnya tak akan bisa berjalan. Hasilnya, Anda hanya bisa menggunakannya secara konvensional saja, yaitu murni sebagai perangkat monitor biasa.
Layar LG 23ET83 sedikit berbeda dari produk monitor lainnya. Ada jarak kurang dari 0,5 cm antara layar dalam dan lapisan kaca terluarnya yang membuatnya terlihat mirip seperti akuarium. Gambar yang ditampilkan seperti seolah ada di dalam kaca. Hal ini baru akan terasa ketika melihatnya dari jarak kurang dari satu meter. Performa dan sensasi layar sentuhnya tak jauh berbeda dari perangkat All-in-One PC. Akurasinya terbilang baik meski tak bisa dibilang sempurna. Begitu pun dengan responsivitasnya yang terasa cukup baik, namun jauh tertinggal jika dibandingkan dengan sensasi layar sentuh pada perangkat smartphone. Wajar memang, sistem operasi memegang peranan penting.
Kualitas gambar yang dihasilkan terlihat optimal, terutama pada resolusi 1920 x 1080 piksel. LG menyediakan mode AV dan mode PC yang masing-masingnya memiliki lima preset gambar seperti Text, Photo, Cinema, Game, hingga Vivid. Pengaturan lainnya yang bisa Anda lakukan yakni mengubah black level, temperatur warna, ketajaman gambar, serta response time.
Untuk mengakses menu bisa dilakukan dengan panel-panel sensitif yang terdapat di bagian tepi bawah layar. CHIP menilai responsivitasnya panel menu tersebut tak terlalu baik karena terkadang dibutuhkan beberapa kali percobaan terlebih dahulu hingga akhirnya berhasil.
LG 23ET83 mendukung fungsi tilt dengan layarnya yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah d
engan sudut kemiringan antara 5 hingga 25 derajat.
Kaki penyangga yang digunakan memungkinkan penggunanya untuk dapat mendongakkan layar (tilt) ke atas dan ke bawah dengan sudut antara 5 hingga 25 derajat.
Sudut Pandang Luas
Penggunaan panel IPS membuat LG 23ET83 memiliki viewing angle yang sangat baik. Anda tetap bisa melihat gambar yang tersaji dengan jelas bahkan dalam posisi berbaring sekalipun. Ya, tampilan dari monitor ini memang tak berkurang kualitasnya meski dilihat dari sudut miring atau sudut yang lebih rendah.
Sayang, lapisan kaca terluar yang digunakan oleh monitor ini memberikan efek pantulan dari objek yang ada di depannya. Hal ini jadi mengganggu pandangan, terutama ketika Anda menonton di ruangan dengan banyak cahaya lampu. Ketika sedang menonton, bayangan objek akan tampak pada bagian gambar yang gelap. Namun ketika dalam ruangan minim cahaya, Anda akan merasakan peningkatan kualitas gambar yang signifikan.
DATA TEKNIS
SCREEN SIZE:23 inci
CONTRAST RATIO:10.000.000:1
BRIGHTNESS:250 cd/m2
RESOLUSI:1920 x 1080
RESPONSE TIME:5 ms
INPUT:D-SUB, HDMI, USB, Headphone Out
SPECIAL FEATURE:10 Point Touchscreen
Harga : Rp4.750.000 Kelebihan : - Mendukung penggunaan hingga 10 sentuhan - Sudut pandang luas dengan tampilan yang baik Kekurangan: - Layar memantul terutama saat berada di bawah cahaya lampu Highlights: Kehadiran OS Windows 8 dan Android membuat banyak perubahan pada cara menggunakan sebuah perangkat PC. Fenomena layar sentuh dapat Anda rasakan dari produk yang satu ini. Tampilannya baik, sudut pandang luas, namun dimensinya masih tegolong tebal.
Life For Techno - Sedikit berbeda dengan wireless router lainnya, D-Link Wireless AC1750 DIR-868L memiliki bentuk yang cukup unik. Jika Anda sering menjumpai wireless router dengan bentuk memanjang ke samping dengan antena di bagian belakang, wireless router ini justru didesain dengan bodi memanjang ke atas tanpa menggunakan antena eksternal. Agar transmisi sinyal Wi-Fi tidak terganggu, pada sisi atas, bawah, maupun belakang router terdapat lubang-lubang kecil. Lubang-lubang kecil ini juga membantu untuk membuang panas yang dihasilkan oleh router. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir router akan rusak jika beroperasi selama 24 jam non stop.
Dengan mengusung desain minimalis, bentuknya pun terlihat bulat seperti sebuah botol plastik. Pada sisi depannya hanya terdapat lampu indikator power dan Internet. Akan tetapi, jika Anda menengok ke sisi belakang, interface yang disediakan cukup lengkap. Mulai dari sebuah port RJ-45 untuk WAN, empat buah port RJ-45 untuk LAN, serta satu buah port USB 3.0. Tombol power dan tombol WPS juga disertakan di sisi belakang.
D-Link Wireless AC1750 DIR-868L menyertakan sebuah port USB 3.0 untuk membaca perangkat storage eksternal.
Di balik desain uniknya, D-Link Wireless AC1750 DIR-868L memiliki fitur yang cukup istimewa. Dengan adanya feature cloud, Anda dapat mengakses router maupun perangkat yang terkoneksi melalui Internet. Untuk dapat menggunakan feature cloud, Anda hanya perlu melakukan pendaftaran pada akun mydlink. Bagi Anda yang sudah menggunakan IPv6, wireless router ini juga sudah mendukung penuh penggunaan IPv6. Hal ini terlihat dengan adanya konfigurasi IPv6 yang lengkap dengan firewall dan routing pada control panel.
Untuk kebutuhan multimedia, wireless router ini juga memiliki feature DLNA Server dan Itunes Server untuk membangun media server. Nantinya, media server tersebut dapat diakses oleh berbagai macam perangkat mobile dan perangkat multimedia lainnya. Setiap sub menu pada control panel D-Link Wireless AC1750 DIR-868L dilengkapi dengan deskripsi yang cukup lengkap.
DATA TEKNIS
Konektivitas:WLAN x 2, WAN x 1, LAN x 4 RJ-45 for 10/100/1000 BASE T
Kelebihan: - Beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz secara bersamaan - Dapat diakses dengan aplikasi mobile berbasis Android dan iOS - Mampu mengirim system log via email secara otomati
Highlights: Penggunaan produk ini secara non stop 24 jam akan terasa aman karena D-Link menyertakan lubang ventilasi di berbagai sisi. Feature cloud menjadi feature menarik yang ditawarkan oleh produk ini.
Life For Techno - Viber, platform komunikasi mobile yang menawarkan layanan kirim pesan dan telepon dengan kualitas HD (High Definition) secara gratis, hari ini (25/2), mengumumkan kerjasama eksklusif dengan Nokia. Kerjasama ini guna mendorong pengembang Viber untuk mempersiakan layanan versi khusus untuk Android dan hal ini juga terkait dengan hadirnya smartphone seri Nokia X. Untuk selanjutnya, Viber versi Nokia X akan segera tersedia di Nokia Store.
Talmon Marco, CEO Viber menyambut gembira kerjasama ini. Marco mengatakan, kerjasama strategis ini akan membantu Viber dalam memberikan pengalaman yang luar biasa untuk pengguna Nokia dalam berbagi foto, stiker dan beberapa fungsi lain dari Viber.
Kerjasama dengan Nokia merupakan langkah alami untuk membawa Viber ke semua platform, termasuk Windows Phone dan S40. Dengan begitu, hal ini akan memberikan pengalaman lengkap aplikasi Viber untuk dimanfaatkan oleh banyak pengguna.
Hal senada juga ditegaskan oleh Bryan Biniak, Vice President Developer Experiences di Nokia. Biniak menegasakan, Nokia percaya bahwa inovasi yang luar biasa dapat bertambah hebat melalui aplikasi. Nokia selaku pengembang perangkat Nokia X akan memastikan keberadaan aplikasi-aplikasi populer dalam rangkaian perangkat tersebut.
"Kami bekerja bersama dengan tim Viber dan menyediakan jalur optimasi bagi Viber untuk platformperanti lunak Nokia X. Dengan Nokia X yang kami kembangkan akan membawa fitur telepon dan pengirim pesan Viber ke pasar dan pengguna yang baru,” kata Bryan.
Viber juga berjanji mengahadirkan seluruh fungsi yang ada di dalam aplikasi ini bagi pengguna seri Nokia X. Untuk membuktikan hal itu, aplikasi tersebut kini sudah bisa dicoba secara langsung di gelaran MWC 2014 (Mobile World Congress 2014) di Barcelona.