Coba tanya pada kebanyakan pekerja, gadget apa yang akan selalu mereka bawa kala harus bekerja? Jawaban terbanyak pastilah ponsel/smartphone.
Dibandingkan laptop atau peralatan lainnya, smartphone memang menawarkan banyak dukungan untuk dipakai bekerja dan saat hiburan. Namun untuk menjalankan hal tertentu (seperti saat presentasi), fungsi proyektor tetap tak tergantikan. Masalahnya, membawa proyektor akan bisa menjadi kendala mengingat ukurannya besar atau karena bobotnya yang berat. Problem inilah yang dijawab oleh proyektor mini (pico).
Adalah Ego Smart Beam yang hadir sebagai pico projector. Perangkat ini hadir dalam bentuk kubus seukuran bola golf dan sudah masuk ke Indonesia kira-kira mulai semester kedua tahun ini. Sebelumnya, proyektor berukuran sisi 4,5 cm ini sudah meluncur di Eropa dan beberapa wilayah Asia. Inilah proyektor terkecil di dunia keluaran SK Telecom asal Korea Selatan. Produk berbobot hanya 146 gram ini membidik pengguna gadget portabel sepertismartphone atau komputer tablet yang membutuhkan dukungan proyeksi sederhana di mana saja.
Dibandingkan proyektor umumya, Smart Beam terlihat mungil dan sederhana. Perangkat ini hanya memilik tombol power, pengatur fokus proyeksi, port output/beam, dan port isi ulang (charge). Di dalamnya memang tersimpan baterai yang bisa dipakai selama sekitar 120 menit setelah diisi penuh sekitar empat jam. Bersama paketnya juga disertakan sebuah silicon case untuk melindungi tubuh proyektor. Hanya saja, saat memasang material proteksi ini harap perhatikan, agar jangan sampai sisi luas silicon case menutup lubang ventilasi Smart Beam.
Untuk melakukan koneksi dari smartphone atau komputer tablet disertakan kabel micro-USB-to-MHL dan kabel HDMI-to-MHL sepanjang satu meter. Jika terjadi masalah pada koneksinya, Anda bisa menekan sebuah lubangreset di dekat tombol power. Saat menampilkan gambar dari gadget mungkin terjadi gangguan proyeksi saatsmartphone Anda tengah menerima SMS atau melakukan streaming secara nirkabel. Jika gangguan tetap muncul, sebaiknya boot ulang gadget Anda sebelum menghubungkannya kembali dengan Smart Beam.
Kemampuan proyeksi Smart Beam dengan kekuatan hanya 35 ANSI lumens tergolong kurang pada ruangan yang terang benderang/memiliki cukup banyak cahaya. Tayangan yang ditampilkan pun akan terlihat tidak tajam saat proyektor dipaksa menampilkan proyeksi maksimal 90”.
Plus : Desain ringkas; user friendly; baterai internal; ada aksesori.
Minus : Kontras proyeksi rendah; pengaturan ekstra minim; harga mahal.
Kabel Koneksi
Rangkaian kabel koneksi meliputi HDMI-to-MHL, micro-USB-to-MHL, serta sebuah adapter 5-to-11 pin yang biasanya dibutuhkan untuk Galaxy S3, Note 2, dan setelahnya.
Perhatikan Manual
Meski terlihat sederhana, kami sarankan untuk tetap melihat manual singkat yang disertakan. Beberapa hal penting disajikan di sini.
Tayang Cepat
Proyektor mampu menampilkan proyeksi dengan cepat setelah tombol power ditekan selama tiga detik. Gadget yang terhubung tentunya juga harus mendukung sistem MHL.
| Spesifikasi | |
|---|---|
| Teknologi | DLP DMD |
| Resolusi | 640x480 pixel (VGA) |
| Intensitas | 35 ANSI lumens (max) |
| Rasio kontras | - |
| Proyeksi layar (ideal) | 90” @ 3m |
| Rentang proyeksi (ideal) | 20-300 cm |
| Koneksi | MHL dan Micro HDMI |
| Dayatahan baterai | 120 menit |
| Audio | 2 watt (mono) |
| Dimensi (plt) | 4,5x4,5x4,6 cm |
| Bobot | 146 gram |
| Kelengkapan | Manual; Adaptor; Kabel HDMI, MHL; Adapter 5-to-11 pin |
| Situs web | - |
| Garansi (unit/aksesori) | 1 tahun/3 tahun |
| Harga (kisaran)/unit | Rp3.500.000 |






0 komentar:
Posting Komentar